Abstract :
Latar belakang : Kecelakaan kerja yang ada pada bengkel las seperti, tergores mata
gerinda, terkena percikan api masuk kedalam baju maupun terkena pada mata pekerja,
terkena gram gerinda. Survei awal yang dilakukan pada 13 pekerja di bengkel
pengelasan daerah kecamatan ungaran timur, terdapat beberapa kecelakaan kerja yang
dialami oleh 8 orang pekerja atau sekitar (61,5%) Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja bengkel
las di wilayah Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian
observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sebanyak 105 pekerja
bengkel las dijadikan sampel dengan menggunakan teknik quota sampling. Instrumen
penelitian ini menggunakan kuesioner penggunaan APD, pengetahuan, sikap kerja.
Analisis data menggunakan uji chi-square.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecelakaan kerja berhubungan dengan
beberapa faktor yaitu, penggunaan APD dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05),
pengetahuan K3 dengan nilai p value = 0,001 (p < 0,05), sikap saat bekerja dengan
nilai p value 0,000 (p < 0,05).
Kesimpulan : Artinya ada hubungan antara penggunaan APD, pengetahuan K3, sikap
saat bekerja menunjukkan bahwa ada hubungan dengan kecelakaan kerja pada pekerja
bengkel las di Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Penelitian ini penting
terhadap para pekerja dan pemilik bengkel las untuk menetapkan peraturan wajib
menggunakan alat pelindung diri , menaati peraturan yang tersedia di bengkel
pengelasan dan memberi arahan kepada pekerja yang akan melakukan pekerjaan agar
pengetahuan pekerja lebih meningkat lagi. Sehingga mencegah peningkatan angka
kecelakaan kerja pada pekerja bengkel las di Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten
Semarang.
Kata kunci : kecelakaan kerja, APD, pengetahuan, sikap kerja, bengkel las