Abstract :
Latar Belakang Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2020 mencatat bahwa prevalensi obesitas pada
penduduk usia ? 18 tahun adalah sebesar 21,8%, yang berarti bahwa sekitar 1 dari 5
orang dewasa di Indonesia menderita obesitas. Identifikasi faktor-faktor yang
berkontribusi terhadapnya banyak diketahui seperti tingkat aktivitas fisik, pola
makan, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
aktivitas fisik dan kejadian obesitas pada mahasiswa Indramayu di Semarang.
Metode Penelitian ini berupa pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional.
Populasi pada penelitian ini sebagian mahasiswa Indramayu di Semarang
Pengambilan sampel menggunakan Teknik quota sampling dengan jumlah sampel
sebanyak 60 responden dari populasi 141 orang. Data aktivitas fisik diukur
menggunakan kuesioner aktivitas fisik berupa kuesioner Physical Activity
Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), sedangkan data obesitas diambil
menggunakan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisa bivariat
menggunakan uji fisher exact test
Hasil Penelitian di dapatkan responden yang mengalami obesitas sebesar 31,7% (19
responden) dan responden yang tidak obesitas 68,3% (41 responden). Sedangkan
aktivitas responden mayoritas kategori ringan yitu 81.7% (49 responden). Hasil
analisis bivariat di dapatkan responden yang obesitas lebih tinggi presentasinya pada
responden aktivitas fisik ringan yaitu 36,7 % di banding responden aktivitas fisik
sedang yaitu 9,1%. Adapun hasil uji statistiknya di dapat nilai p = 0,148.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas
pada mahasiswa Indramayu di Semarang.
Kata kunci: aktivitas fisik, obesitas, mahasiswa