Abstract :
Swamedikasi atau pengobatan mandiri merupakan upaya
seseorang untuk mencari pengobatan sendiri untuk penyakitnya tanpa
berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Apotek dalam melakukan pelayanan
swamedikasi harus menjaga mutu pelayanan, obat serta jasa yang diberikan
kepada pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisa tingkat kepuasan responden
dan hubungan karakteristik responden terhadap kepuasan swamedikasi di Apotek
Resta Farma Kecamatan Tuntang.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif secara deskriptif dengan
pendekatan cross sectional, pengambilan sampel secara purposive sampling.
Penelitian dilakukan di Apotek Resta Farma sebanyak 100 responden yang
memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Tingkat kepuasan responden dianalisis
menggunakan persentase dan skala likert. Analisis hubungan karakteristik dengan
tingkat kepuasan menggunakan uji chi-square dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil: Tingkat kepuasan responden di Apotek Resta Farma Kecamatan Tuntang
terhadap pelayanan swamedikasi masuk dalam kategori sangat puas pada setiap
dimensi yaitu dimensi empathy 92,6%, dimensi tangible 91,04%, dimensi
assurance 90,2%, dimensi reability 84,03%, dan dimensi responsiveness 82,16%.
Hasil uji chi-square menunjukan bahwa kepuasan swamedikasi memiliki
hubungan dengan pendidikan responden (p =0,001), dan tidak memiliki hubungan
dengan jenis kelamin (p = 0,323) , usia ( p = 0,431) dan pekerjaan (p = 0,200).
Simpulan: Tingkat kepuasan responden masuk dalam kategori sangat puas pada
setiap dimensi dan terdapat hubungan antara pendidikan dengan kepuasan
sebaliknya tidak terdapat hubungan jenis kelamin, usia, dan pekerjaan terhadap
kepuasan swamedikasi.