Abstract :
Latar Belakang : Gangguan musculoskeletal disorders (MSDs) adalah kelainan
yang disebabkan oleh orang yang melakukan pekerjaan atau aktivitas kerja yang
mengganggu fungsi normal jaringan lunak sistem musculoskeletal, termasuk saraf,
tendon, dan otot. Menurut WHO, sebanyak 1,71 miliar orang mengalami masalah
musculoskeletal, sedangkan di Indonesia, prevalensi gangguan musculoskeletal
sebesar 7,3%. Pengrajin bunga kertas gladiol memiliki risiko MSDs karena proses
pekerjaannya seperti melakukan gerakan berulang, duduk terlalu lama tanpa adanya
sandaran untuk punggung dan tidak adanya sandaran untuk tangan sehingga dapat
menyebabkan nyeri pada otot. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs)
pada pekerja pengrajin bunga kertas gladiol di Kampung Pelangi Kota Semarang.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik observasional dengan
desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 pekerja pada
pengrajin bunga kertas gladiol di Kampung Pelangi Kota Semarang. Sampel dalam
penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan pertimbangan
tertentu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Analisis
data penelitian ini menggunakan uji chi-square dengan uji alternatif mann-whitney.
Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara durasi kerja
dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) (p = 0,034). Tidak ada
hubungan antara usia (p = 0,297), jenis kelamin (p = 0,288), masa kerja (p = 0,942),
dan gerakan repetisi (p = 0,744) dengan keluhan musculoskeletal disorders
(MSDs).
Simpulan : Ada hubungan antara durasi kerja dengan keluhan musculoskeletal
disorders (MSDs). Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, masa kerja, dan
gerakan repetisi dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs).
Kata Kunci : usia, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, gerakan repetisi,
musculoskeletal disorders (MSDs)