Abstract :
Latar Belakang : Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah penyakit yang ditandai dengan
kesemutan dan nyeri pada tangan dan jari yang disebabkan oleh terjepitnya nervus medianus pada
pergelangan tangan. Carpal Tunnel Syndrome juga disebabkan karena gerakan repetitif atau
gerakan berulang-ulang dalam waktu yang relatif lama, tekanan pada otot, postur kerja yang tidak
ergonomi dan lain sebagainya. Pekerjaan memetik teh dalam proses kerjanya menggunakan alat-
alat sederhana seperti gunting yang dilakukan secara berulang dalam waktu yang relatif lama.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan subjektif
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada pemetik teh di Kebun Teh Tambi Kabupaten Wonosobo.
Metode : Merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dan
pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu pemetik teh di kebun teh Tambi
Kabupaten Wonosobo, sampel dalam penelitian sebanyak 48 pemetik. Menggunakan teknik Total
Sampling. Kriteria Inklusi pada penelitian ini yaitu bersedia menjadi responden. Kriteria Ekslusi,
yaitu memiliki riwayat Rheomatik. Penggumpulan data menggunakan kuesioner Boston carpal
tunnel questionnaire (BCTQ), timbangan digital & microtoice. Analisis data pada penelitian ini
menggunakan Korelasi Person (produc moment).
Hasil : Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara usia dengan keluhan subjektif CTS (p =
0,035), ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan subjektif CTS (p = 0,012), tidak ada
hubungan antara status gizi dengan keluhan subjektif CTS (p = 0,097)
Simpulan : Ada hubungan antara usia dan masa kerja terhadap keluhan subjektif Carpal Tunnel
Syndrome (CTS). Tidak ada hubungan antara status gizi dengan keluhan subjektif Carpal Tunnel
Syndrome (CTS).
Kata Kunci : Carpal Tunnel Syndrome (CTS), Pemetik teh, Kebun Teh Tambi