Abstract :
Latar Belakang : Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 kerusakan
fungsi penglihatan dan kebutaan masing-masing sebesar 1,49% dan 0,5% pada umur produktif
(15-54 tahun). Penggunaan kacamata meningkat pada usia produktif (15-54 tahun) dengan
prevalensi 12,1 % (Riskesdas, 2018). Keluhan subyektif gangguan kesehatan mata seperti
myopia, astenopia, mata kering, hypermetropia, astigmatisme, dan mata merah. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara unsafe action penggunaan gadget dengan
keluhan subyektif gangguan kesehatan mata pada mahasiswa di Universitas Ngudi Waluyo.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian
analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah
mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo. Sampel penelitian ini adalah 97 mahasiswa yang
menggunakan gadget. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan quota sampling.
Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji
Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara unsafe action
penggunaan gadget dengan keluhan subyektif gangguan kesehatan mata pada mahasiswa di
Universitas Ngudi Waluyo (p=0,270).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara unsafe action penggunaan gadget dengan
terjadinya keluhan subyektif gangguan kesehatan mata pada mahasiswa di Universitas Ngudi
Waluyo.
Kata Kunci : Keluhan subyektif gangguan kesehatan mata, unsafe action, penggunaan gadget.