Abstract :
Cara penyimpanan obat dapat mempengaruhi sifat stabilitas dan
efektifitas obat tersebut. Maka dari itu penyimpanan obat harus diperhatikan dan
tidak boleh dilakukan sembarangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
memberikan gambaran tingkat pengetahuan konsumen, menganalisis sikap
konsumen, dan mengevaluasi hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap
konsumen di Apotek Resta Farma.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat analisis
deskriptif, dan menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan
instrumen kuesioner tentang tingkat pengetahuan dan sikap konsumen terhadap
penyimpanan obat. Jumlah sampel sebanyak 100 konsumen dengan teknik
purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, bivariat
yangmenggunakan pengolahan data uji chi square dengan taraf signifikansi <0,05.
Hasil Penelitian: Responden yang digunakan dalam penelitian ini mayoritas
berjenis kelamin perempuan (64%). Pada golongan umur sebagian besar berada
pada rentang 26-35 tahun (39%). Tingkat pendidikan terbanyak adalah lulusan
SMA (60%). Hasil persentase menunjukkan sebanyak 43% konsumen memiliki
tingkat pengetahuan yang baik, 34% konsumen memiliki tingkat pengetahuan
yang cukup, dan 23% konsumen memiliki tingkat pengetahuan yang kurang
terkait tingkat pengetahuan penyimpanan obat. Hasil persentase sikap
penyimpanan obat menunjukkan sebanyak 60% konsumen memiliki sikap sangat
tinggi, 34% konsumen memiliki sikap tinggi, dan 2% konsumen memiliki sikap
cukup terhadap penyimpanan obat. Hasil chi square mendapatkakn signifikansi
0,000.
Kesimpulan : Tingkat pengetahuan konsumen di Apotek Resta Farma tergolong
kategori cukup (70,92%), dan sikap konsumen di Apotek Resta Farma sebagian
besar tergolong sangat tinggi (80,22%), dan hasil penelitian mendapatkan adanya
hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terkait penyimpanan obat.