DETAIL DOCUMENT
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA PROYEK BENDUNGAN JRAGUNG PAKET 1 PT. WASKITA KARYA (PERSERO) TBK.
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
PAMUJI SULISTIANTO, DWI
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-03-18 04:30:56 
Abstract :
Latar Belakang: Gangguan pendengaran yang timbul akibat dari suara mesin yang digunakan pada proses pembangunan akan berdampak pada Penyakit akibat kerja yang mengakibatkan terganggunya produktivitas para pekerja sehingga menghambat proses pembangunan. banyak mesin yang menimbulkan kebisingan melebihi Nilai Ambang Batas (NAB), diatas 85 db. Yang jika di biarkan secara berkepanjangan dapat menimbulkan stres kerja, terganggu komunikasi saat bekerja yang mempengaruhi keselamatan para pekerja yang ada di area kerja tersebut. Berdasarkan hasil Studi endahuluan yang dilakukan di proyek bendungan jragung paket PT. WASKITA KARYA(Persero) Tbk didapatkan hasil setelah pengukuran intensitas kebisingan menggunakan Sound Level Meters didapatkan hasil sebesar 85 db, di area penimbunan inti pada saat jam proses pengerjaan Area Timbunan Inti. Selain di area timbunan inti,peneliti juga melakukan pengukuran di area Timbunan Random dengan menggunakan alat Sound Level Meters didapatkan hasil yaitu sebesar 56 db. Metode: Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Analitik Observasional dengan menggunakan metode pendekatan Cross Sectional dan teknik sampling yaitu Total Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja Yang berjumlah 72 Orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner gejala subjektif gangguan pendengaran, penggunaaan alat pelindung telinga(APT,serta perilaku merokok. Analisis Bivariat menggunakan Uji Chi Square Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p= 0,967), Masa kerja (p= 0,597), Penggunaan alat pelindung telinga/APT (p= 0,340), Perilaku merokok (p= 0,029) . Bila nilai p-value dibandingkan dengan nilai ? yakni 0,05 maka nilai p- value > 0,05, sedangkan untuk perilaku merokkok nilai p-Value < 0,05. Simpulan: Terdapat 3 faktor yangyang berhubungan dengan Gejala Subjektif Gangguan Pendengaran dan Perilaku Merokok terbukti secara statistik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Gejala Subjektif Gangguan Pendengaran. Kata Kunci: Gangguan Pendengaran, Gejala Subjektif Gangguan Pendengaran, Faktor Resiko 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo