Abstract :
Jahe salah satu tanaman rempah yang berfungsi sebagai obat
tradisional. Kandungan gingerol dan shogaol pada jahe merah yang memiliki
aktivitas antioksidan. Jahe diolah dalam bentuk serbuk instan yang cara
pembuatannya dipengaruhi oleh proses pengendapan. Penelitian ini untuk
menganalisis pengaruh waktu pengendapan sari jahe merah terhadap stabilitas
mutu fisik dan aktivitas antioksidan sediaan serbuk instan jahe merah.
Metode : Metode eksperimental dengan membandingkan pengaruh waktu
pengendapan sari jahe merah menggunakan prinsip filtrasi dan kristalisasi saat
pembuatan. Pengujian stabilitas mutu fisik yaitu uji organoleptis, kadar air,waktu
alir, sudut diam, waktu larut, dan ukuran partikel dilakukan dengan cycling test
selama 6 siklus. DPPH digunakan sebagai metode untuk pengujian aktivitas
antioksidan, dengan menggunakan quercetin sebagai baku pembandingnya yang
diukur menggunakan spektrofotometer UV-VIS dan IC50 sebagai parameter uji.
Hasil : Menurut hasil statistik stabilitas mutu fisik pada uji kadar air, waktu alir,
sudut diam, waktu larut, dan ukuran partikel tidak dipengaruhi oleh waktu
pengendapan dan suhu penyimpanan. Hasil aktivitas antioksidan diperoleh adanya
pengaruh waktu pengendapan pada serbuk instan jahe merah tetapi tidak
berpengaruh terhadap suhu penyimpanan. Hasil nilai IC50 perlakuan pengendapan
0 jam 124,24;120,18ppm, 2 jam 154,54;156,81 ppm, 4 jam ppm 157,87;161,44
dan 6 jam 217,07;239,18 ppm.
Simpulan : Waktu pengendapan berpengaruh terhadap uji organoleptis, tidak
berpengaruh terhadap uji kadar air, waktu alir, sudut diam, waktu larut, dan
ukuran partikel. Pengujian statistik pada aktivitas antioksidan terdapat perbedaan
yang signifikan dengan pengaruh waktu pengendapan.