Abstract :
Latar Belakang : Kelelahan merupakan suatu mekanisme pada perlindungan tubuh supaya tubuh
terhindar dari kerusakan lebih lanjut yang diatur oleh otak secara sentral dengan menunjukan
kondisi yang berbeda-beda pada setiap individu dengan kehilangan efisiensi dan turunnya
kapasitas kerja dan ketahanan tubuh. Menurut Internasional Labour Organitation (ILO) setiap
tahun dua juta pekerja meninggal karena kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor kelelahan yaitu
dari 58.115 sampel, 18.828 di antaranya (32,8%) mengalami kelelahan. Perkebunan karet Tlogo
memiliki medan yang ekstrim dengan bidang tanah yang miring, permukaan tanah yang tidak rata
dan licin selepas hujan, posisi kerja penyadap karet yang berjinjit atau mendongakan kepala,
jongkok atau membungkuk, dan pengumpulan getah karet dengan ember dan dipikul dengan kayu.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja
pada penyadap karet di Perkebunan Tlogo Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Metode : Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.
Populasi pada penelitian ini sebanyak 105 pekerja pada penyadap karet di Perkebunan Tlogo,
Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Sampel dalam penelitian sebanyak 34 pekerja dengan
teknik purposive sampling dengan pertimbangan tertentu. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner IFRC. Analisis data menggunakan uji chi-square.
Hasil : Hasil analisis bivariate tidak ada hubungan antara usia (p=0,500), jenis kelamin (p=0,
681), dan masa kerja (p=0,644) dengan kelelahan kerja.
Simpulan : Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, masa kerja dengan kelelahan kerja.
Kata Kunci : Faktor individu, masa kerja,kelelahan kerja, penyadap karet