Abstract :
Temulawak mempunyai kandungan zat aktif salah satunya yaitu
kurkumin. Pada penelitian ini temulawak dimanfaatkan dalam bentuk sediaan
gummy candy. Gummy candy adalah sediaan yang umumnya terbuat dari ekstrak
buah atau air yang dicampur dengan bahan pengental gelatin. Tujuan penelitian
ini untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi gelatin terhadap stabilitas mutu fisik
dan aktivitas antioksidan dalam sediaan gummy candy.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuantitatif. Metode
menggunakan parameter mutu fisik (organoleptis, keseragaman bobot, pH,
kekenyalan), stabilitas (suhu ruang dan kulkas) dan aktivitas antioksidan IC 50
sediaan gummy candy dengan variasi gelatin pada F1 (20 g), F2 (25 g) dan F3
(30g). Analisis data menggunakan statistik spss versi 26 dengan uji one way
ANOVA, paired samples t test, dan wilcoxon signed ranks test.
Hasil : Hasil organoleptis formula 1, 2, dan 3 berbentuk persegi, warna coklat
kekuningan, bau manis dan rasa manis asam. Keseragaman bobot nilai rata-rata
F1 (2,54±0,08), F2 (2,51±0,08), (2,57±0,06). pH nilai rata-rata F1 (6,26±0,07), F2
(6,44±0,05), F3 (6,52±0,02). Kekenyalan di hasilkan rentang rata-rata F1
(2,1±0,12), F2 (2±0,24), (1,7±0,04). Uji stabilitas dihasilkan sediaan gummy
candy temulawak tidak stabil dengan mengalami penyimpanan selama 14 hari.
Aktivitas antoksidan diperoleh hasil rata-rata nilai IC 50 pada F1 sebesar
133,14±0,53 (sedang), F2 sebesar 112,83±4,27 (sedang), dan F3 sebesar
97,03±1,68 (kuat).
Simpulan : Hasil uji SPSS menunjukkan bahwa konsentrasi gelatin memperoleh
hasil perbedaan yang nyata terhadap mutu fisik (organoleptis, keseragaman bobot,
pH, keknyalan, stablitas) dan aktivitas antioksidan nilai IC 50 dalam sediaan gummy
candy temulawak.