Abstract :
Pengelolaan obat di Indonesia masih menjadi masalah yang
kompleks. Salah satu masalah terbesar adalah kurangnya pemahaman tentang obat
dan cara pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan konsep DAGUSIBU
(DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang) sebagai acuan untuk mengukur
tingkat pengetahuan pasien tentang pengelolaan obat. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menganalisis gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang cara
pengelolaan obat dan perbedaan tingkat pengetahuann tentang DAGUSIBU di
Puskesmas Bergas dan Puskesmas Pabelan.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data primer yang
dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden dari setiap
puskesmas secara acak. Lokasi penelitian adalah ruang tunggu apotek di kedua
puskesmas pada bulan Agustus 2023. Data akan dianalisis dengan metode
deskriptif.
Hasil Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan pasien tentang konsep
DAGUSIBU di Puskesmas Bergas menunjukkan hasil yang baik dengan jumlah
responden sebesar 48 (96%), sementara di Puskesmas Pabelan tingkat
pengetahuan menunjukkan hasil yang baik pula dengan jumlah responden sebesar
47 (94%).
Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien di kedua puskesmas
secara umum memiliki pengetahuan yang baik.