DETAIL DOCUMENT
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN NANOPARTIKEL EKSTRAK DAUN KITOLOD (Isotoma longiflora L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Sepvira, Rini
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2024-03-19 03:54:21 
Abstract :
Jerawat merupakan penyakit yang sering terjadi pada permukaan kulit wajah, leher, dada dan punggung. Salah satu bakteri penyebab jerawat adalah Staphylococcus epidermidis. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi sistem penghantaran obat tertarget. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik sediaan nanopartikel ekstrak daun kitolod, menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun kitolod berdasarkan zona hambat dan melihat perbedaan signifikan dengan uji Independent sample t- test. Metode: Ekstraksi daun kitolod menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak dimodifikasi menjadi sediaan nanopartikel dengan metode gelasi ionik dan dilakukan karakterisasi nanopartikel meliputi ukuran partikel, PdI dan nilai persen transmitan. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan parameter klasifikasi zona hambat bakteri. Analisis data menggunakan SPSS 23. Hasil: Uji karakteristik nanopartikel ekstrak daun kitolod memiliki rata-rata ukuran partikel 239,0 nm; nilai PdI 0,222 dan persen transmitan 99,436%. Aktivitas antibakteri pada ekstrak dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20% berturut-turut sebesar 4,38 mm; 7,68 mm; 9,98 mm dan 14,68 mm, sedangkan pada nanopartikel ekstrak berturut-turut sebesar 5,93 mm; 9,35 mm; 11,17 mm dan 15 mm. Pada hasil uji Independent sample t-test terdapat perbedaan signifikan pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun kitolod pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% dengan nilai signifikansi <0,05. Pada konsentrasi 20% tidak ada perbedaan signifikan karena nilai signifikansi >0,05. Kesimpulan: Nanopartikel ekstrak telah memenuhi kriteria nanopartikel. Ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun kitolod memiliki aktivitas antibakteri. Hasil uji Independent sample t-test terdapat perbedaan signifikan pada konsentrasi 5%, 10% dan 15%, sedangkan pada konsentrasi 20% tidak ada perbedaan signifikan. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo