Abstract :
Jerawat merupakan penyakit yang sering terjadi pada
permukaan kulit wajah, leher, dada dan punggung. Salah satu bakteri penyebab
jerawat adalah Staphylococcus epidermidis. Pada penelitian ini dilakukan
modifikasi sistem penghantaran obat tertarget. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui karakteristik sediaan nanopartikel ekstrak daun kitolod, menganalisis
aktivitas antibakteri ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun kitolod berdasarkan
zona hambat dan melihat perbedaan signifikan dengan uji Independent sample t-
test.
Metode: Ekstraksi daun kitolod menggunakan metode maserasi dengan pelarut
etanol 96%. Ekstrak dimodifikasi menjadi sediaan nanopartikel dengan metode
gelasi ionik dan dilakukan karakterisasi nanopartikel meliputi ukuran partikel, PdI
dan nilai persen transmitan. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi
cakram dengan parameter klasifikasi zona hambat bakteri. Analisis data
menggunakan SPSS 23.
Hasil: Uji karakteristik nanopartikel ekstrak daun kitolod memiliki rata-rata
ukuran partikel 239,0 nm; nilai PdI 0,222 dan persen transmitan 99,436%.
Aktivitas antibakteri pada ekstrak dengan konsentrasi 5%, 10%, 15% dan 20%
berturut-turut sebesar 4,38 mm; 7,68 mm; 9,98 mm dan 14,68 mm, sedangkan
pada nanopartikel ekstrak berturut-turut sebesar 5,93 mm; 9,35 mm; 11,17 mm
dan 15 mm. Pada hasil uji Independent sample t-test terdapat perbedaan signifikan
pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun kitolod
pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% dengan nilai signifikansi <0,05. Pada
konsentrasi 20% tidak ada perbedaan signifikan karena nilai signifikansi >0,05.
Kesimpulan: Nanopartikel ekstrak telah memenuhi kriteria nanopartikel. Ekstrak
dan nanopartikel ekstrak daun kitolod memiliki aktivitas antibakteri. Hasil uji
Independent sample t-test terdapat perbedaan signifikan pada konsentrasi 5%,
10% dan 15%, sedangkan pada konsentrasi 20% tidak ada perbedaan signifikan.