Abstract :
Swamedikasi adalah upaya mengobati gejala penyakit ringan
yang diderita, tanpa melakukan konsultasi kepada dokter. Swamedikasi dapat
menghemat waktu dan biaya pengobatan, tetapi penggunaan obat harus tepat
sesuai anjuran dari seorang apoteker. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa
tingkat kepuasan responden terhadap swamedikasi dan hubungan karakteristik
respoden dengan tingkat kepuasan terhadap swamedikasi di apotek Enggal Waras
Kecamatan Bandungan.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara kuantitatif dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Apotek Enggal Waras
Kecamatan Bandungan menggunakan sebanyak 100 responden yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Analisis data untuk mengetahui hubungan
karakteristik responden terhadap tingkat kepuasan menggunakan uji chi-square
yang diolah melalui aplikasi statistik SPSS.
Hasil : Hasil uji validitas dan reliabilitas dari kuesioner diperoleh hasil yang valid
dan reliabel. Tingkat kepuasan responden dilihat dari lima dimensi yaitu dimensi
ketanggapan (69,52%) , dimensi kehandalan (71,3%), dimensi jaminan (79,76%),
dimensi empati (87,3%) dan dimensi bukti nyata (79,8%). Pada hasil uji hubungan
karakteristik responden dengan tingkat kepuasan didapatkan jenis kelamin
(p=0,115>0,05), usia (0,237>0,05), pendidikan (0,822>0,05) dan pekerjaan
(0,277>0,05).
Kesimpulan : Hasil perhitungan rata ? rata lima dimensi didapatkan persentase
sebanyak 77,53% sehingga termasuk dalam kategori puas. Pada hasil hubungan
karakteristik semua hasilnya >0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada
hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan tingkat kepuasan
responden di apotek Enggal Waras Jimbaran Kecamatan Bandungan.