Abstract :
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degenerative yang
disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas,
kurangnya nutrisi yang cukup, dan minimnya pengetahuan tentang cara mencegah
penyakit. Jumlah penderita diabetes dari tahun ke tahun terus bertambah.
Kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2 penting untuk mencapai tujuan
pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan tingkat
kepatuhan minum obat dengan kadar HbA1c dan Gula Darah Puasa pasien DM
tipe 2 di puskesmas kalongan dan puskesmas ungaran. Metode: Desain penelitian
ini adalah analisis kuantitatif menggunakan metode pendekatan Cross Sectional.
Penelitian ini menggunakan 75 responden. Data penelitian diambil di dua
puskesmas yaitu Puskesmas Ungaran dan Puskesmas Kalongan. Kadar HbA1c
dan Gula darah puasa diperoleh dari catatan rekam medis, sedangkan pengukuran
kepatuhan minum obat menggunakan instrumen kuesioner MARS-5 (Medication
Adherence Report Scale). Analisis korelasi menggunakan Spearman?s Rank.
Hasil: 58 responden (77,3%) memiliki kepatuhan sedang, 16 responden (21,3%)
dan 1 responden (1,3%) memeiliki kepatuhan rendah. Nilai HbA1c terkendali 49
responden (65,3%), tidak terkendali 26 reponden (34,7%). Kadar GDP terkendali
52 responden (69,3%) dan 23 responden (30,7%) tidak terkendali. Kesimpulan:
Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kadar GDP pasien
dengan nilai sig 0,018 p (< 0,05), dengan korelasi sebesar 0,272, maka hubungan
dinyatakan cukup. Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dengan nilai
HbA1c pasien dengan nilai sig 0,018 p (< 0,05), dengan korelasi sebesar 0,269,
maka hubungan dinyatakan cukup. Tidak ada hubungan antara kepatuhan minum
obat dengan usia, jenis kelamin, tingkat Pendidikan, pekerjaan dan lama
menderita DM.