Abstract :
Antikoagulan digunakan untuk mengatasi sekaligus mencegah
penggumpalan darah. Pembekuan darah berlebih menyebabkan masalah seperti
penyakit kadiovaskular (thrombosis vena, emboli paru, stroke atau serangan
jatung). Antikoagulan yang umum digunakan di Indonesia yaitu warfarin,
dabigatran, rivaroxaban heparin, enoxaparin, dan fondaparinux. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antikoagulan pada pasien rawat
inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Salatiga pada tahun 2022.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional yang bersifat
retrospektif. Dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dimana data
yang diperoleh dari penelusuran rekam medik setiap pasien rawat inap yang
mendapatkan terapi antikoagulan pada tahun 2022 di RSUD Kota Salatiga dengan
jumlah sampel sebanyak 60 data pasien.
Hasil: Gambaran penggunaan antikoagulan pada pasien rawat inap di Rumah Sakit
Umum Daerah Kota Salatiga pada tahun 2022 yaitu pada jenis penyakit STEMI
yang paling banyak digunakan yaitu Fondaparinux sebanyak 9 pasien (15%)
dengan dosis 1x2,5 mg, pada jenis penyakit NSTEMI antikoagulan yang paling
banyak digunakan dengan dua obat kombinasi heparin dosis 1x5000 unit dan
Fondaparinux sebanyak 4 pasien (6.67%) dengan dosis 1x2,5 mg, dan pada jenis
penyakit SNH penggunaan terapi tunggal yaitu fondaparinux sebanyak 18 pasien
(30%) dengan dosis 1x25mg.
Kesimpulan: Antikoagulan yang paling banyak digunakan pada jenis penyakit
STEMI dengan terapi tunggal fondaparinux (15%), NSTEMI dengan terapi 2 obat
kombinasi heparin + fondaparinux (6.67%) dan SNH dengan terapi tunggal
fondaparinux (30%).