Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Twadika Putri Wandana, Aryulistyan
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2024-03-20 01:47:57
Abstract :
Dikenal sebagai ?silent killer?, hipertensi sering tidak disadari
oleh penderitanya hingga menjalani pemeriksaan tekanan darah di fasilitas
kesehatan. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah seseorang melampaui batas
normal, yakni ? 140/90 mmHg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi
rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di
Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang periode Januari ? September tahun
2023.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif yaitu data yang
diperoleh berasal dari penelusuran rekam medis pasien hipertensi rawat jalan di
Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang periode Januari-September 2023
sebanyak 87 pasien. Teknik sampling menggunakan total sampling. Data dianalisa
secara deskriptif. Parameter ketepatan penggunaan obat pada pasien hipertensi
adalah tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, serta tepat dosis.
Hasil: Obat antihipertensi monoterapi yang paling banyak digunakan yaitu
Amlodipin golongan Calcium Chanel Blockers (CCB) sebanyak 56 pasien
(57,14%) dan kombinasi yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin
golongan Calcium Chanel Blockers (CCB) dengan Candesartan golongan
Angiostensin Reseptor Blocker (ARB) sebanyak 10 pasien (10,31%).
Berdasarkan evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi yang dilakukan
terhadap 87 rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Leyangan Kabupaten
Semarang periode Januari-September 2023, diperoleh hasil tepat pasien 100%,
tepat indikasi 100%, tepat obat 37.93%, dan tepat dosis 96.97%.
Kesimpulan : Secara keseluruhan pengobatan yang memenuhi keempat indikator
kerasionalan obat yaitu sebesar 36.78% dan yang tidak memenuhi indikator
kerasionalan obat yaitu sebesar 63.22%.