Abstract :
Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan
suatu masalah kesehatan utama di Indonesia karena masih tingginya angka
kejadian ISPA terutama pada anak-anak dan balita. Pengobatan ISPA
menggunakan antibiotik sering diberikan tanpa didahului dengan pemeriksaan
mikrobiologis dan uji kepekaan terhadap mikroorganisme penginfeksi. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien ISPA.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data
secara restrospektif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 42 pasien Infeksi
Saluran Pernafasan Akut (ISPA) anak pada tahun 2022 yang diambil dengan
menggunakan teknik total sampling. Data dianalisa secara deskriptif.
Hasil: Karaktersitik pasien mayoritas meliputi berjenis kelamin laki-laki sebanyak
32 pasien (76,2%), usia 6-11 tahun sebanyak 27 pasien (64,3%), bronkitis
sebanyak 21 pasien (50,0%). Pola penggunaan antibiotik pada pasien ISPA anak
di RSUD Dr.Gunawan Mangunkusumo adalah amoksisilin sebanyak 21 pasien
(50,0%), cefadroxil sebanyak 5 pasien (11,9%), cefixime sebanyak 11 pasien
(26,2%), azitromicyn sebanyak 4 pasien (9,5%) dan kotrimoksazol sebanyak 1
pasien (2,4%). Ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan acuan
Pharmaceutical Care dan Drug Information Handbook yaitu tepat pasien
sebanyak 42 pasien (100,0%), tepat indikasi sebanyak 42 pasien (100,0%), tepat
obat sebanyak 42 pasien (100,0%) dan tepat dosis sebanyak 21 pasien (50,0%).
Simpulan: Ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat pasien dan tepat
indikasi sebanyak 42 pasien (100,0%), tepat obat sebanyak 42 pasien (57,1%) dan
tepat dosis sebanyak 21 pasien (50.0%).