Abstract :
Kosmetika antiaging merupakan kosmetika yang dapat
menghambat penuaan dini akibat radikal bebas. Penghambatan radikal bebas
merupakan aktivitas antioksidan. Salah satu antioksidan dari bahan alam yaitu biji
labu kuning. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan
minyak biji labu kuning dan evaluasi mutu fisik serum minyak biji labu kuning.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menghasilkan
minyak dari biji labu kuning menggunakan metode soxhletasi dan pembuatan
serum minyak biji labu kuning (Cucurbita moschata) kemudian dilakukan analisis
aktivitas antioksidan minyak biji labu kuning menggunakan metode DPPH dan
evaluasi mutu fisik serum secara organoleptis, pH, homogenitas daya sebar,
viskositas, cycling test,dan skrining fitokimia dianalisis data mutu fisik
menggunakan SPSS
Hasil : Minyak biji labu kuning (Cucurbita moschata) berwarna coklat kehijauan
dengan nilai IC 50 111,90 ppm dengan kategori antioksidan sedang. Mutu fisik
serum minyak biji labu kuning dengan konsentrasi 1% secara organoleptik
berbentuk cair agak kental berwarna putih pucat dan konsentrasi 3% berbentuk
cair agak kental berwarna putih kehijauan, dengan masing-masing pH 6,48±0 dan
6,21±0, daya sebar masing-masing konsentrasi 58 mm dan 53 mm, viskositas
10,60 cps ± 0,57 dan 10,20 cps ±0. Tidak ada perbedaan signifikan pada mutu
fisik pH dan viskositas sebelum dan sesudah cycling test
Kesimpulan: Minyak biji labu kuning (Cucurbita moschata) memiliki aktivitas
antioksidan kategori sedang. Serum minyak biji labu kuning (Cucurbita
moschata) memiliki mutu fisik yang memenuhi persyaratan organoleptik,
homogenitas, pH dan daya sebar tetapi viskositas belum memenuhi persyaratan.