Abstract :
Buah salak bersifat mudah rusak, umur simpan terbatas,
sehingga diperlukan penggunaan teknologi yang tepat guna mengolah salak .
Oalahan salak diproses dengan menggunakan teknologi sederhana, dapat bertahan
cukup lama adalah pembuatan tepung salak. Tepung salak diolah menjadi bahan
baku pembuatan produk olahan menjadi cookies.
Tujuan : Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan dan kandungan
zat gizi dalam olahan cookies tepung salak
Metode : Penelitian ini menggunakan experimental design. Sampel yang
digunakan sebanyak 25 panelis tidak terlatih. Dilakukan dengan pembuatan 4
formulasi pada masing-masing produk dengan menggunakan tepung salak F1
(25%: 75%), F2 (50% : 50%), F3 ( 75% : 25%), F4 ( 100%) kemudian dilakukan
uji kesukaan. Selanjutnya dilaksanakan uji kandungan zat gizi. Analisis
kandungan kadar protein, abu, air, lemak, karbohidrat dan serat.
Hasil : Kandungan protein cookies salak pondoh yaitu 7.6%, Energi 469.615
Kkal, Abu 1.60%, kadar air 4.3%, kadar lemak 19.9%, karbohidrat 64.9%, kadar
serat 2.8%. Hasil uji cookies berdasarkan tingkat kesukaan tertinggi adalah F2
dengan nilai rerata warna (78.4%) , aroma (75.3%), rasa (77.6%) , tekstur (74,4%)
.
Simpulan : Formula cookies salak pondoh yang paling disukai adalah formula 2
dengan nilai rata-rata 76.4% dalam kategori ?Cukup?.