Abstract :
Saat ini akses internet sudah meluas hingga sampai ke perdesaan.
Penggunaan gadget ini memicu gaya hidup sedentary. Gaya hidup sedentary
berpengaruh pada aktivitas fisik, asupan energi hingga status gizi.
Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-
sectional. Jumlah sampe diambil dengan simple random sampling pada siswa SD
berusia 11-12 tahun di Kecamatan Ngablak. Status gizi berdasarkan z-score
(IMT/U). Durasi penggunaan gadget menggunakan wawancara, aktivitas fisik
menggunakan kuesioner PAQ-C dan asupan energi menggunakan recall 2x24 jam.
Analisis data menggunakan uji kendal tau-b (p-value = < 0,05)
Hasil : Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Ngablak memiliki durasi penggunaan
gadget lebih 68,3%. Aktivitas fisik sedang 58,3%. Asupan energi normal 48,3%.
Status gizi sangat kurus sebesar 6,7%, kurus 11,7%, normal 40%, overweight 25%
dan obesitas 16,7%. Nilai p-value antara durasi penggunaan gadget, aktivitas fisik,
dan asupan energi dengan status gizi masing-masing yaitu 0.085, 0.011 dan 0.001.
Simpulan : Tidak terdapat hubungan durasi penggunaan gadget dengan status gizi
pada siswa sekolah dasar, namun terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan
status gizi pada siswa sekolah dasar dan terdapat hubungan asupan energi dengan
status gizi pada siswa sekolah dasar.