Abstract :
Kasus obesitas sentral di Indonesia pada tahun 2013 adalah
26,6 %, lebih tinggi dari prevalensi tahun 2007 yaitu 18,8%. Obesitas sentral
dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah status ekonomi, status
perkawinan, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, dan kondisi
mental emosional.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara
konsumsi gorengan dan minuman berpemanis dengan kejadian obesitas sentral
pada laki-laki dewasa di Kelurahan Wates, Kota Magelang.
Metode : Menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi laki-laki dewasa
berusia 45-54 tahun. Lokasi penelitian di Kelurahan Wates Kota Magelang.
Teknik sampling dengan simple random sampling sebanyak 100 orang.
Pengambilan data dengan kuesioner FFQ dan pengukuran lingkar pinggang.
Analisis data menggunakan uji koefisien kontingensi. (?=0,05)
Hasil : Responden di Kelurahan Wates Kota Magelang, paling banyak termasuk
dalam kategori obesitas sentral yaitu sebesar 91%. Sedangkan 9% termasuk dalam
kategori tidak obesitas. Ada hubungan antara konsumsi gorengan dan minuman
berpemanis dengan kejadian obesitas sentral pada laki-laki dewasa di Kelurahan
Wates, Kota Magelang, dengan nilai p-value 0,000 dan p-value 0,014.
Kesimpulan : Ada hubungan antara konsumsi gorengan dan minuman
berpemanis dengan kejadian obesitas sentral pada laki-laki dewasa di Kelurahan
Wates, Kota Magelang