Abstract :
Obesitas termasuk dalam 10 masalah kesehatan utama dunia
dan lima teratas di negara berkembang seperti Indonesia. Prevalensi obesitas
sentral berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 sebesar 31%. Itu
artinya lebih dari seperempat usia ?15 tahun mengalami obesitas sentral pada
tahun 2018. Faktor yang mempengaruhi obesitas sentral yaitu kebiasaan makan
makanan tinggi indeks glikemik.
Tujuan : Mengetahui adanya hubungan konsumsi pangan tinggi indeks glikemik
dengan kejadian obesitas sentral pada dewasa muda.
Metode : Metode penelitian menggunakan pendeketan cross sectional. Sampel
108 responden yang didapatkan menggunakan teknik proportional random
sampling. Pengambilan data dengan cara pengukuran lingkar pinggang panggul,
berat badan dan tinggi badan, sedangkan untuk asupan indeks glikemik
menggunakan lembar FFQ yang sudah dimodifikasi. Analisis bivariate
menggunakan metode analisis uji koefisien kontingensi dengan tingkat kemaknaan
5%.
Hasil : Prevalensi obesitas sentral pada mahasiswa yang mengalami obesitas
sentral sebanyak 56 responden (51.9%), dan mahasiswa yang sering konsumsi
pangan dengan indeks glikemik tinggi sebanyak 84 mahasiswa atau 77,8%.
Terdapat hubungan antara konsumsi pangan tinggi indeks glikemik dengan
kejadian obesitas sentral pada dewasa muda (p = 0,001).
Simpulan : Terdapat hubungan antara konsumsi pangan tinggi indeks glikemik
dengan kejadian obesitas sentral pada dewasa muda.