Abstract :
Latar Belakang :Minat rendah PUS terhadap pemakaian kontrasepsi IUD tidak lepas dari rendahnya dukungan suami untuk menggunakan alat kontrasepsi. Dikarena dukungan suami merupakan salah satu faktor yang mempengaruh pemakaian alat kontrasepsi PUS. Di Wilayah Puskesmas Leyangan dari 5 PUS yang menggunakan kontrasepsi diperoleh data 3 orang ibu mengatakan bahwa mereka belum mendapatkan dukungan suami untuk menggunakan kontrasepsi IUD karena takut terjadi komplikasi baik pada saat pemasangan maupun pada saat berhubungan sehingga belum minat menggunakan kontrasepsi IUD, dan mereka belum mengetahui secara jelas tentang kontrasepsi IUD dan 2 orang ibu mengatakan bahwa mereka masih belum minat untuk menggunakan kontrasepsi IUD dan sudah mendapatkan dukungan suami. Tujuan penelitian: Untuk menganalisa dukungan suami dengan minat ibu dalam pemilihan kontrasepsi IUD di Wilayah Puskesmas Leyangan Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi sebanyak 32 akseptor pada bulan Oktober.Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Analisis data menggunakan analisis chi square, dikarenakan untuk menguji korelasi dua variabel tersebut. Hasil Penelitian : Didapatkan sebagian besar responden dengan dukungan baik sebanyak 18 responden (56,3%), dan responden yang mengalami minat tinggi sebanyak 18 (56,3%). Diperoleh nilai p sebesar 0,000< ? (0,05), maka Ho ditolak, artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan minat ibu dalam pemilihan kontrasepsi IUD. Kesimpulan: Semakin baik dukungan suami maka semakin tinggi minat ibu untuk menggunakan kontrasepsi IUD.