Abstract :
Cookies adalah jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak,
renyah dan bila dipatahkan tampak bertekstur kurang padat. Pengolahan Uwi ungu
saat ini hanya sebatas direbus, dibakar, dipanggang atau dikukus, untuk itu perlu
dilakukan inovasi untuk membuat uwi ungu lebih disukai. Kedelai merupakan
sumber protein nabati yang relatif murah bila dibandingkan dengan sumber
protein lainya seperti daging, susu dan ikan. Alternatif pemilihan penggunaan
bahan pangan lokal tepung uwi ungu dan tepung kedelai dalam pembuatan
cookies karena dinilai harga relatif murah.
Tujuan : Menganalisis tingkat kesukaan dan menganalisis kandungan zat gizi
cookies berbahan tepung uwi ungu (Dioscorea alata L) dengan penambahan
tepung kedelai (Glycine max L.)
Metode : Desain penelitian ini menggunakan Experimental Design dengan
perlakuan tepung uwi ungu dan tepung kedelai diantaranya F1 (80% : 20%), F2
(70% : 30%), dan F3 (60% : 40%). Kemudian diuji tingkat kesukaan oleh 25
panelis agak terlatih. Formula dengan skor tingkat kesukaan tertinggi dilakukan
analisis kandungan serat dan protein.
Hasil : Hasil uji tingkat kesukaan F2 menunjukkan nilai rata-rata skor paling
tertinggi sebesar 82,75 (81,26%). Berdasarkan hasil rata-rata kandungan gizi F2
didapati hasil kadar protein 8,007% dan kadar serat 5,255% per 100 gram.
Simpulan : Cookies tepung uwi dan kacang kedelai pada F2 mendapatkan skor
tertinggi dan paling disukai panelis. Cookies tepung uwi ungu dengan tepung
kacang kedelai mempunyai kandungan protein sebesar 8,007% dan kandungan
serat 5,255%.