Abstract :
Fenomena kenaikan BBM atau bahan bakar minyak di Indonesia
merupakan masalah isu global yang berdampak besar pada tatanan perekonomian
suatu negara. Hal ini dapat dikatakan karena bahan bakar minyak dan gas
memiliki peran penting (play important role) sebagai energi utama yang
dibutuhkan dunia. Terutama mengenai dampak yang diberikan bagi para emiten
migas. Dengan adanya kenaikan harga BBM dapat mempengaruhi harga jual rata-
rata, sehingga mengakibatkan adanya potensi kenaikan pendapatan maupun laba
bersih yang berpotensi mencatatkan kinerja yang lebih baik. Salah satu hal yang
bisa dilakukan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan adalah
menerapkan perhitungan dengan metode EVA (Economic Value Added) dan
MVA (Market Value Added) untuk menghasilkan nilai tambah ekonomis dan nilai
tambah manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui
pengaruh EVA (Economic Value Added) dan MVA (Market Value Added)
terhadap harga saham pada perusahaan migas yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2018-2022. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif asosiatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan
keuangan tahunan perusahaan migas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,
jurnal-jurnal, dan literatur terkait lainnya. Penentuan sampel penelitian ini
menggunakan metode Purposive Sampling dan mendapatkan sampel sebanyak 10
perusahaan. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode regresi
linear berganda dengan aplikasi SPSS versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa secara parsial atau Uji T, EVA (Economic Value Added) berpengaruh
positif secara signifikan terhadap harga saham, MVA (Market Value Added)
berpengaruh positif secara signifikan terhadap harga saham. Sementara itu, secara
simultan atau Uji F, EVA (Economic Value Added) dan MVA (Market Value
Added) berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham dengan koefisien
determinasi (Adjusted R-Square) sebesar 0,321. Hal ini artinya 32,1% variabel
independen yaitu EVA dan MVA mempengaruhi harga saham, sedangkan sisanya
67,9% dipengaruhi oleh faktor lain.