Abstract :
Penurunan aktivitas perekonomian terjadi pada sektor
transportasi akibat pademi Covid-19. Perusahaan transportasi mengalami
penurunan laba yang cukup tajam hingga membuat perusahaan dalam kondisi
financial distress (kesulitan keuangan). Tujuan dari penlitian ini untuk mengtahui
pengaruh corporate governance, financial ratio, dan cash flow terhadap kondisi
financial distress yang terjadi pada perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI
2020-2022.
Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder.
Jumlah populasi sebanyak 36 perusahaan transportasi yang terdaftar di BEI.
Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh
sebanyak 10 perusahaan yang mengalami financial distress. Instrumen penelitian
menggunakan program SPSS untuk olah data laporan keuangan perusahaan.
Metode analisis data yang digunakan analisis statistik deskripstif dan regresi
linear berganda.
Hasil: Hasil yang diperoleh nilai signifikansi pada variabel dewan direksi (0,519),
dewan komisaris (0,144), ROA (0,743), dan arus kas operasi (0,611) lebih besar
dari nilai probabilitas 0,05 sehingga variabel tersebut tidak memberikan pengaruh
terhadap financial distress. Sedangkan nilai koefisiensi variabel current ratio
bernilai -22,74 dan diperoleh nilai signifikansi 0,011 (<0,05) yang berarti variabel
current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress.
Simpulan: Variabel yang berpengaruh terhadap financial distress adalah current
ratio.