Abstract :
Pelayanan Pajak di wilayah Jawa dan Bali, terutama di Jawa Tengah, diberlakukan
kewajiban menggunakan faktur pajak berbentuk elektronik (e-Faktur) untuk
meningkatkan efisiensi administrasi perpajakan tujuan dari pembuatan e-Faktur
ini merupakan langkah untuk menghindari bentuk-bentuk penyimpangan, ini
merupakan evolusi dari upaya Ditjen Pajak untuk meningkatkan administrasi
Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Cabang Semarang dari perusahaan logistik yaitu
PT BGR Logistik Indonesia menawarkan solusi jasa logistik berbasis digital
dengan jaringan yang luas juga telah menerapkan sistem e-Faktur untuk
mempermudah pembuatan faktur pajak konsumen yang telah melakukan transaksi
Penyewaan Gudang, Layanan Logistik, dan Supply Chain Management Profider.
Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan sumber data yang
diperoleh dari subjek asal data penelitian ini menggunakan Data Primer, teknik
pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sedangkan
Proses analisis data kualitatif dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan kesimpulan. Dengan adanya sistem E-Faktur dapat membantu
serta memudahkan pembuatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan juga
meminimalisir kesalahan yang terjadi. Apabila sistem berjalan dengan baik, maka
akan membantu produktivitas kegiatan sehari-hari yang ada di kasi penagihan
piutang terutama mengetahui pajak-pajak yang tertagih.