Abstract :
Pertama kali pandemi melanda memberikan dampak krisis kondisi
ekonomi yang tidak stabil di berbagai kalangan masyarakat di seluruh negara-
negara dunia. Berbeda dengan perusahaan sektor health care yang dapat bertahan
karena melonjaknya permintaan produksi obat-obatan dan pelayanan kesehatan.
Dengan begitu memberikan peluang untuk mendapatkan pendapatan yang besar di
masa depan, bahkan dapat memberikan peluang untuk memperoleh laba yang
tinggi. Sehingga pada rentang periode penelitian memberikan dampak kenaikan
maupun penurunan laba dengan selisih yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh debt to equity ratio, net profit margin, total asset turnover,
dan current ratio terhadap pertumbuhan laba pada perusahan sektor health care
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Jumlah Perusahaan
yang menjadi sampel pada penelitian ini berjumlah 19 perusahaan dengan data
masing-masing 4 periode yang diteliti dengan jumlah n=76. Pada penelitian ini
menggunakan data sekunder dan penelitian ini menggunakan jenis data
kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier
berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial debt to equity
ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, total asset
turnover berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, net profit
margin dan current ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap
pertumbuhan laba.