Abstract :
Peran ibu dalam praktik menstrual hygiene pada remaja putri
yaitu sebagai pemberi informasi. Peran orang tua menjadi salah satu faktor yang
dapat mempengaruhi remaja putri agar berperilaku personal hygiene saat
menstruasi yang baik. Komunikasi orang tua dan anak dapat menentukan seberapa
besar kemungkinan anak memiliki perilaku personal hygiene saat menstruasi yang
baik.
Metode : Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross-
Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah total sampel dengan subjek penelitian sejumlah 125 responden. Alat ukur
yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data bivariat
menggunakan korelasi Spearman-Rank.
Hasil : peran ibu sebagian besar dalam kategori cukup sebanyak 84 responden
(67.2%), praktik menstrual hygiene sebagian besar dalam kategori cukup
sebanyak 95 responden (76%). Hasil uji Rank-Spearman diperoleh hasil nilai
korelasi r = 0,284, p-value = 0,000 yang artinya ada hubungan antara peran ibu
dengan praktik menstrual hygiene pada remaja putri di SMP N 1 Bandungan
dengan korelasi yang lemah
Saran : remaja putri diharapkan agar lebih menambah pengetahuannya tentang
praktik menstrual hygiene dan dampaknya akibat tidak melakukan hal tersebut,
sehingga dapat mengubah perilaku yang tadinya belum sesuai menjadi sesuai.