Abstract :
Kasus fraktur yang disebabkan oleh cedera antara lain karena
terjatuh, kecelakaan lalu lintas dan trauma benda tajam atau tumpul. kecemasan
sebelum operasi menyebabkan adanya peningkatan denyut jantung, tekanan darah,
frekuensi nafas perubahan energi pasien adalah efek dari kecemasan yang pada
akhirnya dapat merugikan pasien karena akan berdampak pada pelaksanaan
operasi.Terapi guided imagery adalah suatu teknik yang menggunakan imajinasi
individu dengan imajinasi terarah untuk mengurangi stres. fraktur di Indonesia
adalah insiden terbesar ketiga dibawah penyakit jantung koroner Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecemasan sebelum dan sesudah Terapi
Guided Imagery di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.
Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan
quasi Experimental Design dengan rancangan Non-equivalent pre post with
control group design yang dilakukan di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R.
Soeharso Surakarta di bulan febuari-april 2023. Populasi dalam penelitian ini
adalah pasien fraktur ekstremitas yang akan menjalani operasi di ruang perawatan.
Teknik pengambilan sampel menggunakan mengurutkan nomor 1-35 dengan
jumlah sampel sebanyak 35 responden, instrumen yang digunakan adalah
kuesioner 14 soal. Analisa data menggunakan uji paired T Test.
Hasil Penelitian diketahui analisa bivariat menunjukkan kecemasan dengan p-
value 0,000 < ? (0,05), yang berarti ada perbedaan antara kecemasan sebelum dan
sesudah terapi Guided Iamagery pada Pasien Fraktur Pre Operasi.
Simpulan pasien dapat menerapkan Terapi Imagery dilingkungan rumah maupun
dilingkungan rumah sakit, lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga untuk
menurunkan kecemasan.