DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI DESA BRANJANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Selina, Shella
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2024-04-25 06:19:57 
Abstract :
Prevalensi balita pendek yang dikumpulkan WHO tahun 2019 menyebutkan bahwa SouthEast Asia merupakan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi (31,9%) di dunia setelah Afrika (33,1%). Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, angka stunting di Indonesia sebesar 30,8%. Angka ini masih tinggi dibandingkan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yaitu sebesar 19% di tahun 2024. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan stunting dengan perkembangan pada anak usia prasekolah di Desa Branjang. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah anak usia 2-5 tahun berjumlah 190 orang. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 65 responden. Alat ukur yang digunakan adalah formulir Denver Developmental Screening Test II dan alat microtoise. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil: Hasil menunjukkan dari 65 responden di dominasi usia 2 tahun (35,4%), berjenis kelamin perempuan (50,8%), terjadi stunting (32,3%), tidak stunting (67,7%), perkembangan normal sebanyak 23 (35,4%) dan perkembangan suspect sebanyak 21 (32,3%), analisis uji chi-square diperoleh p-value (0,341) > ? (0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan pada anak usia prasekolah di Desa Branjang. Saran: Orang tua diharapkan dapat menambah wawasan terkait perkembangan pada anak terutama anak yang mengalami stunting sehingga orang tua dapat mengantisipasi adanya keterlambatan perkembangan pada anak. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo