Abstract :
Masa remaja adalah fase perkembangan antara anak-anak dan
masa dewasa dimana pada masa ini remaja masih sangat labil, karena merupakan
masa pencarian jati diri. Pada periode ini beresiko tinggi terjadinya kenakalan
remaja. Bullying adalah tindakan kekerasan fisik maupun mental yang dilakukan
oleh seorang atau keompok orang terhadap orang yang lemah. Sehingga
menimbulkan dampak negative, yaitu psikosisal seperti harga diri. Harga diri yang
rendah dapat mengakibatkan depresi, bunuh diri, anoreksia nervosa, kenakalan
remaja dan masalah penyesuaian lainnya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di
SMA Negeri 1 Grabag Magelang, hasil wawancara kepada 10 orang siswa
mengatakan pernah mengalami tindakan bullying.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian
bullying dengan harga diri pada remaja di SMA Negeri 1 Grabag Magelang.
Metode: Desain penelitian ini adalah deskritif korelatif dengan pendekatan
crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 948. Teknik sampling yang
digunakan yaitu proportionate random sampling dengan jumlah responden 282
orang. Uji satatistik yang digunakan yaitu uji Chi-Square.
Hasil: Hasil uji statistic dalam penelitian ini yaiu ada hubungan antara keajdian
bullying dengan harga diri pada remaja di SMA Negeri 1 Grabag Magelang dengan
nilai ? value sebesar 0,000 (? < 0,05) dan nilai koefisin korelasi sebesar -0,880 yang
berate Ho ditolak dan Ha diterima. Remaja yang mengalami kejadiab bullying
tinggi memiliki harga diri rendah.
Saran: Diharapkan untuk peneliti selnjutnya dapat meneliti lebih lanjut terkaid
dengan kejadian bulling verbal.