Abstract :
:Self-care management atau managemen perawatan diri adalah
kemampuan pasien untuk mengenal adanya perubahan tanda gejala penyakit,
mengevaluasi adanya perubahan tanda gejala penyakit tersebut, mengambil
keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat, melaksanakan tindakan
penatalaksanaan, dan mengevaluasi tindakan yang sudah dilakukan.Sebagian
responden dari penelitian ini merupakan anggota PROLANIS yaitu program
pemerintah yang ditujukan untuk penderita penyakit kronis yang memiliki BPJS
kesehatan untuk menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi. Tujuan penelitian
ini adalah untuk menggambarkan managemen perawatan diri managemen
penderita dianetes melitus di wilayah puskesmas Boja 2
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif
survei. Sampel pada penelitian ini adalah 45 orang dengan teknik total sampling.
Alat pengambilan data menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self-Care
Activities (SDSCA). Analisi data menggunakan analisis data univariat
menggunakan rumus distribusi frekuensi
Hasil:Hasil dari penelitian ini menunjukan kategori managemen perawatan diri
baik sebesar 57,8% dan managemen perawatan diri kurang 42,2%. hasil dari
semua komonen managemen perawatan diri hampir semua termasuk dalam
kategori baik yaitu pola makan 60,0%, latihan fisik 71,1% minum obat 75,6% ,
monitoring gula darah 55,6% terdapat satu omponen dengan kaegori kurang yaitu
perawatan kaki sebesar 42,2%
Simpulan: Gambaran managemen perawatan diri managemen pada penderita
diabetes melitus di wilayah puskesmas Boja 2 berasarkan data dan jumlah skor
dari kelima komponen termasuk dalam kateori managemen perawatan diri baik .