Abstract :
Kepadatan pasien dan prosedur tindakan berpotensi
meningkatkan nyeri, ketidaknyamanan dan mengancam integritas tubuh
menyebabkan kecemasan pasien di ruang IGD. Kecemasan pada pasien IGD yang
tidak tertangani dengan baik maka dapat berkontribusi pada morbiditas dan
kematian pasien saat kritis. Terapi yang menggunakan unsur spiritual aman,
mudah, cepat dan sederhana bahkan tanpa risiko karena tidak menggunakan alat
atau jarum untuk mengurangi masalah kecemasan diantaranya Spiritual Emotional
Freedom Technique (SEFT).
Tujuan : Mengetahui perbedaan kecemasan pasien sebelum dan sesudah
diberikan spiritual emotional freedom technique di ruang IGD RSUD Dr Gondo
Suwarno
Metode : Desain pada penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan
pendekatan one group pre-post test design. Populasi yang diteliti pasien instalasi
Gawat Darurat Rumah Sakit Dr. Gondo Suwarno, sebanyak 557 orang dengan
jumlah sampel 10 orang diambil dengan mengunakan teknik purposive sampling.
Analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test yang diolah dengan
menggunakan program pengolahan data SPSS.
Hasil : Kecemasan pasien sebelum diberikan spiritual emotional freedom
technique sebagian besar kategori cemas berat (70,0%). Kecemasan pasien
sesudah diberikan spiritual emotional freedom technique sebagian besar kategori
cemas berat (70,0%). Ada perbedaan yang bermakna kecemasan pasien sebelum
dan sesudah diberikan spiritual emotional freedom technique di ruang IGD RSUD
Dr Gondo Suwarno, didapatkan p-value sebesar 0,000 < 0,05 (?).
Saran : Sebaiknya pasien di ruang IGD mengikuti semua instruksi yang
diberikan perawat saat memberikan spiritual emotional freedom technique
sehingga