Abstract :
Tindakan pembedahan atau operasi dapat menimbulkan
berbagai keluhan atau gejala, keluhan dan gejala yang sering adalah nyeri. Hal ini
dapat dicegah dengan pemantauan fisik dan tindakan mobilisasi dini pada pasien
post apendiktomi. Manfaat dari mobilisasi dini ini adalah peningkatan sirkulasi
darah yang dapat menyebabkan pengurangan rasa nyeri, memberi nutrisi pada
daerah penyembuhan luka, dan meningkatkan status pencernaan kembali normal.
Tujuan: untuk mengetahui gambaran moblisasi dini pada pasien post
apendiktomi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional. Populasi
pasien post apendiktomi di RSUD MGR Gabriel Manek, SVD Atambua. Sampel
yang digunakan sebanyak 33 responden dengan teknik purposive sampling. Alat
pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi.
Hasil penelitian: menunjukkan pasien post apendiktomi sebagian besar berjenis
kelamin laki-laki (60,6%). Berdasarkan umur pasien lebih banyak terjadi pada
usia dewasa (48,5%). Adapun kategori pendidikan berlatar belakang pendidikan
rendah yaitu SD (36,4%). Untuk karekteristik pekerjaan adalah bekerja (57,6%).
Berdasarkan komponen observasi yang terdiri dari sepuluh tindakan yang sudah
dilaksanakn ada empat tahapan mobilisasi yang dilakukan (40%) dan tidak
dilakukan (60%).
Kesimpulan: Adapun yang terbanyak melakukan mobilisasi dini adalah tidak
melakukan mobilisasi dini (60%).
Saran: perawat disarankan untuk melibatkan partisipasi pasien post operasi secara
mandiri dimulai dari meningkatkan pengetahuan pasien terhadap mobilisasi dini.