Abstract :
Latar Belakang : Merokok merupakan salah satu fenomena usia remaja yang dianggap sebagai simbol kedewasaan diri (Heryani, 2014). WHO (2015), di Indonesia terhadap 4.313 siswa kelas 7-9 dengan rentang usia 13-15 tahun 18,3% perokok aktif, dan 30,9% siswa merupakan mantan perokok (laki-laki dan perempuan). Pengetahuan yang baik tentang bahaya merokok meningkatkan perilaku yang baik dan sikap yang mendukung tentang bahaya merokok akan membuat seseorang pro untuk tidak merokok.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang bahaya merokok terhadap perilaku merokok pada remaja di SMPN 4 Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunung Kidul.
Metode : Desain penelitian adalah analitik korelasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh siswa laki-laki kelas VII dan VIII di SMPN 4 Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunung Kidul berjumlah 168 responden, sampel pada penelitian ini sebanyak 120 responden dengan teknik stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis bivariat chi square.
Hasil : Sebagian besar siswa berpengetahuan baik (56,7%), sikap mendukung (58,3%), dan perilaku tidak merokok (55,8%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja (p-value 0,037), dan ada hubungan sikap tentang bahaya merokok dengan perilaku merokok pada remaja (p-value 0,001).
Kesimpulan : Semakin baik pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya merokok maka akan semakin baik pula perilakunya untuk tidak merokok.
Saran : Diharapkan siswa lebih aktif mencari informasi tentang bahaya merokok melalui media massa dan tenaga kesehatan.