Abstract :
HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit kronis, apabila
kondisi tersebut dirasakan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan
pemikiran hidup tidak bermakna. Kebermaknaan hidup penting bagi seseorang
untuk memahami bagaimana hakikat dan tujuan hidup di dunia. Faktor eksternal
yang mempengaruhi kebermaknaan hidup berupa material, pekerjaan dan
dukungan sosial. Melalui dukungan sosial yang diterima, maka ODHA merasa
menjadi bagian dari masyarakat karena merasa dicintai, perasaan dihargai dan
berfungsi pada lingkungan sosialnya.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan
kebermaknaan hidup pada pasien ODHA
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh pasien ODHA rawat
jalan di Puskesmas Bergas dengan jumlah 146 orang. Teknik sampling yang
digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 107 responden.
Kuesioner untuk dukungan diadaptasi dari Social Provision Scale yang
dikembangkan oleh Cutrona & Rusel (1987) sedangkan kuesioner kebermaknaan
hidup diadaptasi dari Purpose in Life Scale (PIL-R) yang dikembangkan oleh
Crumbaugh & Maholick (1964). Analisis data pada penilitian ini menggunakan
Spearman Rho.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden mendapatkan
dukungan sosial kategori tinggi sebanyak 56 responden (52,3%). Sedangkan
kebermaknaan hidup juga pada kategori tinggi sebanyak 57 responden (53,3%).
Kelompok responden yang mendapat dukungan sosial baik cenderung
mendpatkan kebermaknaan hidup baik sebesar 64% lebih besar dibandingkan
dengan kelompok responden dengan dukungan social kurang.
Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan sosial dengan kebermaknaan hidup
pada pasien ODHA dengan p value 0,001 < 0,05 dengan nilai r 0,311 yang
menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori sedang.
Saran: Pasien ODHA diharapkan mendapatkan dukungan sosial dari lingkungan