Abstract :
Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan
terus menerus, karena hipertensi tidak dapat disembuhkan namun dapat di
kontrol. Keadaan ini tentunya penderita akan dihadapkan pada tekanan psikis
karena akan berlanjut menjalani pengobatan yang akhirnya mengalami stress.
Pada kondisi ini tentunya penderita harus mencari solusi untuk penanganan dini
agar tidak menjadi stress hebat. Upaya dalam mencari solusi ini disebut
mekanisme koping
Tujuan: mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat stres pasien
hipertensi yang menjalani perawatan
Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan
rancangan cross sectional. Populasi berjumlah 57 pasien hipertensi dengan
pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan Brief COPE
inventory (BCI) dan Perceived Stres Scale (PSS-10). Analisa data menggunakan
uji kendall tau
Hasil : Mekanisme koping pasien hipertensi yang menjalani perawatan di RSUD
dr.Gunawan Mangunkusumo sebagian besar memiliki mekanisme koping
maladaptif sebanyak 30 responden (52.6%), Tingkat stres pasien hipertensi yang
menjalani perawatan di RSUD dr.Gunawan Mangunkusumo sebagian besar
dalam kategori tingkat stress sedang sebanyak 33 responden (57.9%), Ada
hubungan dengan korelasi sedang antara mekanisme koping dengan tingkat
stress pasien hipertensi yang menjalani perawatan di RSUD dr.Gunawan
Mangunkusumo dengn nilai p 0,000<0,05 dan nilai r 0,472
Saran : Diharapkan pelayanan kesehatan mampu memberikan edukasi dan
melakukan intervensi terkait peningkatan mekanisme koping dan pengontrolan
tingkat stres dari pasien hipertensi