Abstract :
Hipertensi merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak
di Indonesia yang dapat disebabkan dari berbagai faktor salah satunya stress.
Stress yang berkelanjutan dapat menyebabkan hipertensi dan mengakibatkan
kerusakan pembuluh darah otak.
Tujuan : Mengetahui Hubungan Antara Tingkat Stress Dengan Tekanan Darah
Penderita Hipertensi Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Pabelan
Kabupaten Semarang.
Desain Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian Diskriptif
korelasional melalui pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah
semua masyarakat berusia diatas 15 tahun yang menderita hipertensi sebanyak
1549. Metode pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling
dengan jumlah sampel 318 responden. Instrument penelitian stress menggunakan
kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS 21) dan hipertensi
menggunakan tensi meter. Analisa bivariat menggunakan Kruskal Wallis.
Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil responden mengalami stress
sedang 35 (11.0%) dan stress berat 35 (11.0%). Tekanan darah sistolik diperoleh
nilai maksimal 190, nilai minimal 140, nilai rata ? rata 158.72, memiliki nilai
tengah 155.00, nilai modusnya 149 dan standar devisasinya 13.927. Hasil dari
analisis pada uji Kruskal Wallis menghasilkan bahwa nilai p value = 0,000
(<?=0,05).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat stress dengan tekanan darah
penderita hipertensi pada masyarakat di Wilayah kerja Puskesmas Pabelan
Kabupaten Semarang.
Saran : Diharapkan responden mampu melakukan manajemen stress seperti
meningkatkan aktifitas spiritual, meningkatkan koping positif dalam menghadapi
masalah dan lainnya.