Abstract :
Pasien-pasien CHF sering kembali ke rumah sakit akibat adanya
kekambuhan. Pengalaman rawat inap ulang dapat menyebabkan gangguan pada aspek
psikologis atau stresor psikososial yang memicu adanya emosi negatif seperti kecemasan,
depresi, rasa putus asa, rasa kawatir, dan rasa takut kematian. Salah satu faktor yang
mempengaruhi kejadian rawat inap ulang adalah dukungan keluarga.
Tujuan : Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian rawat inap ulang pada
pasien dengan gagal jantung kongestif di RSUD Dr. Gondo Suwarno Ungaran Kabupaten
Semarang
Metode : Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan
cross sectional. Populasi yang diteliti pasien dengan gagal jantung kongestif di RSUD Dr.
Gondo Suwarno Ungaran Kabupaten Semarang dengan jumlah sampel 95 orang diambil
dengan mengunakan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah
spearman rho test yang diolah dengan menggunakan program pengolahan data SPSS.
Hasil : Dukungan keluarga mempunyai nilai rata-rata sebesar 48,6526, dengan nilai dukungan
terendah sebesar 37,00 dan tertinggi sebesar 56,00. Kejadian readmission mempunyai
frekuensi rata-rata sebesar 1,5895, dengan frekuensi kejadian rawat inap ulang terendah
sebanyak 1,00 dan tertinggi sebanyak 3,00. Ada hubungan yang bermakna dukungan keluarga
dengan kejadian rawat inap ulang pada pasien dengan gagal jantung kongestif di RSUD Dr.
Gondo Suwarno Ungaran Kabupaten Semarang. Diperoleh nilai r sebesar -878 dan p value =
0,000 < 0,05 (?)).
Kesimpulan : Ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian rawat inap ulang pada
pasien dengan gagal jantung kongestif di RSUD Dr. Gondo Suwarno Ungaran Kabupaten
Semarang.
Saran : Sebaiknya penderita gagal jantung kongestif meningkatkan kepatuhan pengobatan,
diet ataupun periksa ke pusat pelayanan kesehatan sebagai upaya untuk mencegah kejadian
rawat inap ulang