Abstract :
Stunting memiliki dampak yang besar terhadap tumbuh
kembang anak di masa yang datang. Stunting menghambat perkembangan kognitif
mental dan motorik anak. Kinerja sistem saraf anak stunting kerap menurun yang
berimplikasi pada rendahnya kognitif anak. Selain itu, rendahnya kemampuan
2
mekanik dari otot triceps surae menyebabkan lambatnya kematangan fungsi otot
tersebut menyebabkan kemampuan motorik anak stunting terhambat..
Tujuan : Mengetahui perkembangan balita dengan stunting di Wilayah Kerja
Puskesmas Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang.
Metode : Desain penelitian ini deskriptif dengan pendekatan survey analitik.
Populasi dalam penelitian ini balita usia 2-60 bulan dengan stunting di wilayah
kerja Puskesmas Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang dengan
sampel sebanyak 53 responden diambil dengan teknik total sampling. Alat
pengumpulan data yang digunakan Denver Development Scrining Test (DDST).
Data di analisis menggunakan rumus distribusi frekuensi dengan menggunakan
soft ware program pengolahan data SPSS.
Hasil : Perkembangan balita dengan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas
Banyubiru Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang sebagian besar kategori
normal yaitu sebanyak 33 responden (62,2%).
Saran : Ibu yang mempunyai balita stunting sebaiknya memberikan stimulasi
untuk mendukung perkembangan balita.