DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD dr GUNAWAN MANGUNKUSUMO AMBARAWA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Pratiwi, Yeni
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2024-05-21 07:07:12 
Abstract :
stres merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Stres dan diabetes melitus memiliki hubungan yang sangat erat, dimana tingkat stres yang tinggi dapat memicu kadar gula darah seseorang meningkat. Metode : penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelatif. Populasi sebanyak 32 dengan jumlah sampel 32 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Perceived Stres Scale (PSS-10). Analisa univirat menggunakan uji statistik deskriptif. Analisa bivariate menggunakan uji chi square. Hasil : Berdasarkan tingkat stres menunjukkan sebagian besar memiliki tingkat stres dalam kategori berat yakni sebanyak 13 responden (40,6%) lebih banyak dari pada responden yang memiliki tingkat stres sedang yakni sebanyak 12 responden (28,1%). Sedangkan berdasarkan kadar gula darah tidak normal sebanyak 25 responden (78,2%) lebih banyak dari pada responden yang memiliki gula darah normal yaitu sebanyak 7 responden (21,8%) Dari hasil uji statistik diperoleh angka P Value Angka tersebut > 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres terhadap kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Kesimpulan : tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Saran : diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian mengenai hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo