Abstract :
Masa remaja adalah usia di mana individu berintegrasi dengan
masyarakat dewasa, tidak lagi merasa di bawah tingkat orang yang lebih tua
melainkan berada dalam tingkat yang sama. Masalah kesehatan remaja di
Indonesia sedang mengalami perubahan epidemiologi dimana PTM (Penyakit
Tidak Menular) semakin meningkat hal ini terjadi karena adanya perbaikan status
sosial ekonomi, pergantian sedentary lifestyle dan peningkatan angka harapan
hidup. Obesitas merupakan keadaan yang menunjukkan ketidakseimbangan antara
tinggi dan berat badan akibat jaringan lemak dalam tubuh sehingga keinginan diri
seseorang untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih baik dan sehat. Faktor yang
mempengaruhi terjadinya obesitas pada remaja diantaranya sedentary lifestyle,
aktivitas fisik, berat badan saat lahir, kenaikan berat badan saat bayi, nutrisi,
perubahan pola makan dan lingkungan. Tujuan Penelitian: Menganalisis
hubungan anatara sedentary life style terhadap kejadian obesitas pada anak
remaja di SMK NU Ungaran. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah
deskriptif korelatif, pendekatan cross sectional, jumlah sampel adalah 273 dengan
tehnik proportional random sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner.
Analisis data menggunakan chi square.
Hasil Penelitian: Pada kategori sedentary life style tinggi sejumlah 45 responden
(16,8%), Kategori obesitas sejumlah 79 responden (28,9%), didapatkan hasil p-
value 0,000 yang berarti ada hubungan sedentary life style dengan kejadian
obesitas pada anak remaja di SMK NU Ungaran.
Simpulan: Diharapkan remaja lebih memahami cara untuk meningkatkan pola
hidup yang baik dengan menjaga berat badan ideal terhadap remaja dengan cara
menjaga pola sedentary lifestyle baik, istirahat yang cukup, memilih makanan
yang mempunyai gizi seimbang.