Abstract :
Kemandirian merupakan sikap individu yang diperoleh secara
komulatif dalam perkembangan dimana individu akan terus belajar untuk bersikap
mandiri dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan, sehingga individu
mampu berfikir dan bertindak sendiri. Dengan kemandirian seseorang dapat
memilih jalan hidupnya untuk berkembang ke yang lebih mantap (Husain, 2013).
Metode : Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan
pendekatan Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu 50 lansia pada
pasien penyakit kronis dengan total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam
pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Rank-
Spearman dan pengolahan data dengan SPSS.
Hasil : Sebagian besar komunikasi terapeutik perawat dalm kategori baik
sebanyak 40 lansia (80%). Sebagian besar mengalami ketergantungan berat 18
lansia (36%). Hasil korelasi Rank Spearman tersebut didapatkan p-value = 0,089
dimana (p>0,05) dengan nilai koefisien (r) = 0,243 yang artinya menunjukkan
tidak ada hubungan bermakna antara komunikasi terapeutik dengan kemandirian
activity daily living lansia pada pasien penyakit kronis di ruang rawat inap RSUD
dr. Gondo Suwarno, dengan kekuatan kategori rendah korelatif positif.
Saran : Agar lansia mandiri dalam activity daily living (ADL) disarankan dapat
meningkatkan psikologinya sehingga wawasan lansia meningkat dan mampu
melakukan activity daily living dengan mandiri. Selain itu lansia harus lebih
mandiri perihal (activity daily living) membersihkan diri seperti mencuci rambut
dan mengosok gigi serta berpindah tempat ataupun naik turun tangga.