Abstract :
Diare masih merupakan masalah kesehatan utama pada balita,
terutama di negara berkembang seperti Indonesia karena diare merupakan penyakit
yang menjadi penyebab utama kematian pada balita. TPA Ngeronggo terletak di
Kelurahan Kumpulrejo yang pada tahun 2020 terdapat sejumlah kasus yang
ditemukan sebanyak 289 kasus pada balita. Keberadaan sampah dapat memberikan
pengaruh kesehatan bagi masyarakat karena menjadi sebagai sarana berkembang
biak vektor lalat yang mungkin membawa agen penyakit seperti diare. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian
diare di pemukiman sekitar TPA Ngeronggo Kota Salatiga.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analitik
dan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dilakukan
dengan teknik Total Sampling dengan 54 balita sebagai sampelnya. Instrumen
dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Variabel
penelitian ini yaitu kepadatan lalat, imunisasi campak, ASI Eksklusif, perilaku ibu
sebagai variabel independent dan kejadian diare pada balita sebagai variabel
dependent yang dianalisis mengunakan uji Chi Square.
Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan P-value kepadatan lalat = 0,038 < a (0,05),
P-value ASI Eksklusif = 0,252 > a (0,05), P-value imunisasi campak = 0,094 > a
(0,05), P-value perilaku mencuci tangan = 0,507 > a (0,05), P-value perilaku
menutup makanan = 0,740 > a (0,05).
Simpulan: Faktor yang berhubungan dengan kejadian diare adalah kepadatan lalat
dan faktor yang tidak berhunungan dengan kejadian diare adalah ASI Ekslusif,
imunisasi campak, perilaku mencuci tangan, perilaku menutup makanan.