Abstract :
Aktivitas pada industri produksi semen berpotensi
menimbulkan paparan debu yang bisa menyebabkan beberapa permasalahan
kesehatan salah satunya yaitu gangguan pernapasan. Salah satu indikator
gangguan pernapasan bisa dilihat dari arus puncak ekspirasi di paru-paru yang
diukur menggunakan peak flow meter. Selain faktor debu, sumber risiko lain juga
diperoleh dari paparan asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan kepatuhan penggunaan APD dan kebiasaan merokok dengan arus puncak
ekspirasi pada pekerja PT Soen Daya Abadi Kabupaten Semarang.
Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross
sectional. Populasi penelitian ini adalah 60 karyawan PT Soen Daya Abadi
Kabupaten Semarang. Sampel penelitian adalah seluruh karyawan yang
didapatkan menggunakan metode total sampling. Data penelitian ini diperoleh
melalui kusioner, observasi, wawancara dan pengukuran. Analisis data
menggunakan fisher?s exact.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan kepatuhan
penggunaan alat pelindung diri (p=0,933), kebiasaan merokok (p=0,186) dengan
arus puncak ekspirasi pada pekerja PT Soen Daya Abadi Kabupaten Semarang.
Simpulan : Tidak ada hubungan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dan
kebiasaan merokok dengan arus puncak ekspirasi pada pekerja PT Soen Daya
Abadi Kabupaten Semarang.