Abstract :
Gangguan fungsi paru adalah kerusakan atau menurunnya
fungsi paru-paru yang diakibatkan oleh beberapa faktor seperti, debu, asap, gas
yang berbahaya yang terhisap oleh tubuh Semakin lama individu terpapar polutan
udara maka kemungkinan adanya gangguan fungsi paru semakin besar. Faktor
yang mempengaruhi resiko seseorang terkena gangguan fungsi paru adalah usia,
jenis kelamin,masa kerja, lama paparan, status gizi, kebiasaan merokok, dan
penggunaan APD masker. Salah satu pekerjaan yang beresiko menimbulkan
gangguan kesehatan khususnya pada fungsi paru adalah kegiatan pembuatan ikan
asap. Proses pembuatan ikan asap masih menggunakan cara tradisional dimana
kayu sebagai bahan bakar utamanya, Sehingga dari hasil pembakaran tersebut
dapat menghasilkan asap yang cukup banyak dan berdampak langsung bagi
kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang
berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada pekerja sentra pengasapan ikan
Bandarharjo kota semarang.
Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain
analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan
sampel menggunakan aksidental (accidental) dengan jumlah sampel 60 pekerja
yang didapatkan dari perhitungan rumus Slovin. Instrumen penelitian adalah
lembar kuesioner dan pengukuran kapasitas fungsi paru menggunakan Peak Flow
Meter. Analisis data penelitian menggunakan uji fisher excact. dengan tingkat
kemaknaan ?= 0,05.
Hasil: hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara umur
(p=0,489), jenis kelamin (p=0,489), masa kerja (p=0,767), lama paparan
(p=0,566), status gizi (p=0,627), kebiasaan merokok (p=0,1000), penggunaan
APD masker (p=0,467) dengan gangguan fungsi paru pada pekerja sentra
pengasapan ikan bandarharjo kota semarang.
Simpulan: tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, massa kerja, lama
paparan, status gizi, kebiasaan merokok, dan penggunaan APD masker terhadap
gangguan fungsi paru