Abstract :
Menurut World Health Organization (WHO) 2015, hasil survei
di Indonesia terhadap 4.313 siswa kelas 7-9 dengan rentang usia 13-15 tahun (laki
laki berjumlah 2029 dan perempuan berjumlah 2284) pada sekolah yang dipilih,
ditemukan bahwa terdapat 18,3% perokok aktif. Sebanyak 30,9% siswa
merupakan mantan perokok (laki-laki dan perempuan). Prevalensi merokok pada
penduduk usia >10 tahun di Daerah Semarang sebesar 23,5 % tahun 2018
(Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan
pengetahuan, dan sikap dengan perilaku merokok pada remaja di MTS
Diponegoro Mendiro.
Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik
observasional yaitu mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat,
dengan pendekatan cross sectional yang digunakan dalam satu waktu. Sampel
yang digunakan adalah seluruh siswa di MTS Diponegoro Mendiro Kalongan
Ungaran Timur yang diambil dengan menggunakan Teknik total sampling
berjumlah 108. Instrument penelitian ini adalah kuesioner kemudian data
dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan ? = 0,05.
Hasil Responden yang merokok lebih tinggi pada responden dengan pengetahuan
sedang (52,2%) dibanding responden yang pengetahuan rendah (37,5%) dan
pengetahuan tinggi (36,0%). Responden yang merokok lebih tinggi memiliki
sikap tidak mendukung merokok (69,4%)dibanding responden yang mempunyai
sikap mendukung merokok (34,7%).Berdasarkan analisis univariat dengan uji
Chi-square, hubungan variabel pengetahuan dengan perilaku merokok pada
remaja dengan nilai p=0,284 > ? = 0,05 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan
yang bermakna. Hubungan variabel sikap dengan perilaku merokok pada remaja
dengan nilai p=0,001 < ? = 0,05 menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan.
Simpulan: Faktor predisposisi pengetahuan dalam penelitian ini tidak
berhubungan dengan perilaku merokok sedangkan