Abstract :
Kelelahan pada pengendara merupakan masalah serius yang
menyebabkan kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Secara global, kelelahan
pada pengendara menyebabkan lebih dari 20% kecelakaan lalu lintas dan lebih
dari 25% kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan fatal dan serius. Sebab utama
dari kecelakaan yaitu ada dua faktor manusia dan faktor lingkungan, dalam hal ini
faktor manusia berupa pengetahuan, ketidak mampuan untuk bekerja, cacat,
kelelahan, sikap sedangkan dari faktor lingkungan yaitu kondisi tidak aman dari
mesin, alat, bahan, lingkungan tempat kerja, proses kerja, sifat pekerjaan dan
sistem kerja. Beban kerja meliputi beban kerja fisik maupun mental. Akibat beban
kerja yang terlalu berat ataupun kemampuan fisik yang terlalu lemah dapat
mengakibatkan seorang pegawai menderita gangguan atau penyakit akibat kerja
salah satunya yaitu kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan antara kelelahan kerja dan beban kerja dengan kecelakaan
kerja pada pengendara ojek di pasar babadan.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik
observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam
penelitian ini adalah tukang ojek pangkalan di Pasar Babadan sebanyak 87 orang.
Sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 responden yang didapatkan
menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan data diperoleh dari
wawancara, pengisian kuesioner dan pengukuran dengan mengukur denyut nadi
kerja dan denyut nadi istirahat. Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil
analisa data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan di uji
menggunakan chi square.
Hasil : Tidak ada hubungan antara kelelahan kerja dengan kecelakaan kerja pada
pengendara ojek di pasar babadan ungaran karena p-value >0,05 (p=0,315). Ada
hubungan antara beban kerja fisik dengan kecelakaan kerja pada pengendara ojek
di pasar babadan ungaran karena p-value <0,05 (p=006). Ada hubungan antara
beban kerja mental dengan kecelakaan kerja pada pengendara ojek di pasar
babadan ungaran karena p-value <0,05 (p=0,021).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara beban kerja fisik dan beban kerja mental
dengan kecelakaan kerja tetapi tidak terdapat hubungan antara kelelahan kerja
dengan kecelakaan kerja.